Amankah Berhubungan Seks di Dalam Air? Temukan Fakta yang Mencengangkan di Sini

Diposting pada

Amankah Berhubungan Seks di Dalam Air? Temukan Fakta yang Mencengangkan di Sini

Berhubungan seks di dalam air terdengar seksi dan menggairahkan. Apalagi jika Anda sedang ingin mencoba sesuatu yang baru untuk membuat kehidupan seks Anda kembali sensual. Apalagi di cuaca yang sedang panas dengan matahari yang bersinar terang, berhubungan seks di kolam renang (atau malah mungkin danau?) terdengar sebagai sebuah ide yang menggelitik dan ingin segera dicoba. Tapi, seberapa aman sih berhubungan seks di dalam air itu?
Hati-Hati dengan Bakteri
Danau, sungai, kolam, dan kolam renang semuanya mengandung bakteri. Seperti yang dilansir oleh tressugar.com, berhubungan seks di dalam air bisa membuat bakteri masuk dengan mudah ke dalam tubuh Anda melalui vagina. Hal ini tentu saja bisa membuat Anda terkena infeksi. Apalagi air kolam renang yang biasanya diberi tambahan kaporit atau zat penjernih air akan sangat berisiko mengganggu kesehatan Miss V Anda. 
Bercinta Hanya Bisa dalam Waktu Singkat
Saat berhubungan seks, lubrikasi adalah salah satu faktor utama untuk membuat hubungan seks Anda terasa lebih menggairahkan. Ketika berhubungan seks di dalam air, tubuh Anda yang basah dengan air justru akan mengganggu kelembapan alami tubuh Anda. Akhirnya bercinta pun hanya bisa berlangsung dalam waktu singkat. Apalagi jika pasangan Anda menggunakan kondom, risiko kondom yang akan mudah robek saat berhubungan seks di dalam air pastinya akan membuat hubungan seks Anda semakin tidak terasa nyaman.
Berhubungan Seks di Kamar Mandi?
Jika berhubungan seks di dalam kolam renang atau bahkan danau terlihat tidak aman dan tidak nyaman, apakah bisa mencari alternatif dengan berhubungan seks di kamar mandi menggunakan pancuran air? Hmm… air yang mengaliri tubuh akan membuat lubrikasi alami yang diproduksi tubuh hilang dan ini bisa membuat hubungan seks Anda terasa lebih sakit. Apalagi membayangkan berhubungan seks saat tubuh kedinginan dengan air, otot-otot tubuh jadi lebih kaku dan semakin sulit digerakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *